Selasa, 09 Agustus 2011

Happy Fasting

KEISTIMEWAAN Ramadan, terdiri dari tiga bagian. Sepuluh hari pertama, adalah rahmat. Sepuluh hari kedua, adalah ampunan. Sepuluh hari ketiga adalah pembebasan dari api neraka. Wahuwa syahrun awwaluhu rahmatun wa awsatuhu maghfiratun wa akhiruhu itqun minannari (H.R. Ibnu Khuzaimah).

Orang yang melaksanakan puasa Ramadan, harus menjaga diri dari berbagai hal yang akan mengurangi, merusak bahkan membatalkan saumnya sehingga akan kehilangan momentum memperoleh rahmat, ampunan, dan pembebasan dari siksa neraka. Orang yang berpuasa tanpa memelihara dirinya dari hal-hal yang merusak puasa, hanya akan mendapat lapar dan dahaga belaka. Itu dikarenakan berpuasa kosong dari amal-amal salih. Sambil berpuasa, masih tetap mengerjakan perbuatan-perbuata tercela, baik di hadapan Allah swt maupun di hadapan sesama manusia.

Sebagai bulan rahmat, pada sepuluh hari awal Ramadan (1-10), orang yang berpuasa harus berupaya membuat kebaikan dan kebajikan. Memperbanyak ibadah kepada Allah swt serta memperbanyak pertolongan kepada sesama manusia. Sebab, sesungguhnya rahmat Allah, amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik. Inna rahmatallahi qaribun minal muhsinin (Q.S. 17 : 56).

Pada sepuluh malam kedua (11-20), adalah malam-malam magfirah. Malam-malam ampunan. Bagi orang berpuasa, yang mengisi malam-malam Ramadhan dengan shalat tarawih, tadarus Alquran, serta menjaga diri dari hal-hal yang merusak nilai puasa, akan tertutupi dosa-dosanya di masa lalu (H.R. Ibnu Hibban).

Pada malam ketiga (21-30), yang disebut mamaleman atau lailatul qadar, adalah kesempatan besar untuk menggabungkan rahmat dan ampunan, agar mencapai itqun minannari. Pembebasan dari siksa neraka. Suatu kehendak yang selalu diutarakan pada setiap doka. Termasuk ketika akan menyuapkan makanan (Allohumma bariklana fi ma razaktana wa qina adzaban nar). Juga doka "sapu jagat" memohon kebahagiaan dunia dan akhirat, serta pembebasan dari siksa neraka. Robbana atina fid dunya hasanah, wa fil ahirati hasanah, wa qina adzaban nar (Q.S. 2 : 201).

Menegakkan malam qadar, dengan salat, tadarus, doka, serta Iktikaf, adalah bagian dari ibadah mengisi malam-malam mulia senilai seribu bulan. Semoga puasa kita berhasil melampaui ketiga babak Ramadan itu dengan mulus, karena kita telah menempuhnya dengan puasa, salat malam berikut segala kegiatan ibadah lainnya, serta Iktikaf. Maka jadilah kita seorang Muslim beriman yang telah meraih rahmat, magfirah dan pembebesan dari siksa neraka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.